Strategi Forex Scalping Sederhana Namun Super Akurat

Categories: Strategi Forex
2 Comments

IdrForex.com - Pada kesempatan yang baik ini saya akan berbagi sebuah Strategi Forex Scalping yang selama ini sering saya gunakan, dan cukup powerful.

Mungkin beberapa dari anda masih ada yang belum tau atau baru mengenal yang namanya scalping. Strategi seperti apa sih Scalping itu?

Scalping merupakan pembukaan dan penutupan sebuah transaksi jual beli yang dilakukan dalam tempo waktu yang singkat atau dalam jumlah target pips yang kecil.

Sehingga strategi jenis ini memungkinkan kita untuk membuka OP berkali kali dalam sehari.

Memang sedikit ada perbedaan dari kalangan Trader dalam mendefisikan scalping ini, ada yang mengacu pada tempo waktu, ada pula yang mengacu pada target jumlah pips.

Meskipun ada perbedaan pendapat, anda tidak perlu memperdulikannya, karena inti dari semuanya pada dasarnya sama, yaitu mendapatkan profit dengan lebih cepat, betul?

Sebelum anda benar benar terjun dan mendalami strategi forex scalping ini, saya ingin memberitahukan pada anda bahwa scalping ini bagaiakan pedang bermata dua.

Artinya apa?

Dengan menerapkan strategi scalping anda dapat menggandakan modal anda dengan cepat, namun di lain sisi modal anda juga berpotensi dapat habis dengan cepat pula. Karena, dalam menerapkan strategi ini kita menggunakan TF kecil dengan prosentase lot yang lebih besar.

Itulah mengapa scalping ini dianggap sebagai pedang bermata dua.

Kedepannya, Ketika anda yakin dengan keputusan anda untuk trading dengan menggunakan scalping, berarti anda telah sadar dengan resiko yang akan terjadi.

Faktor Terpenting Dalam Menerapkan Strategi Forex Scalping

Meskipun strategi ini dapat memacu detak jantung, tapi sebenarnya lebih santai jika dibandingkan dengan strategi longterm.

Kita hanya menghabiskan waktu 30 menit atau 1 jam untuk menuntaskan target harian kita (Kecuali sideways).

Setelah target harian tercapai, kita sudah tidak dipusingkan dengan kondisi chart dan keadaan “floating” lagi, dan kita bisa melakukan aktivitas sehari hari kita, menghabiskan waktu bersama keluarga, kerabat, dll.

Kabar baiknya, saya mempunyai beberapa tips agar anda terhindar dari dari amukan volatilitas market. Dimana dalam menerapkan strategi forex scalping teknik apapun, sebaiknya anda memperhatikan ketiga hal ini:

1. Money Management

2. Psikologi

3. Target / Goal

Money Management (MM)

Semua trader sepakat bahwa dalam menerapkan strategi jenis apapun, MM berkontribusi 50% sebagai penentu kesuksesan trading.

Bahkan saya pribadi berpendapat, MM memberikan kontribusi 70% sebagai penentu keberhasilan penerapan strategi scalping.

Money Manegement itu cakupannya luas, bahkan ada sebuah buku yang mengulas khusus tentang MM.

Sebenarnya, anda tidak harus mengerti secara mendalam tentang MM, minimal anda paham tentang apa itu leverage, margin level, balance, equity, perhitungan lot saja sudah cukup.

Misalnya, dengan balance 100 USD berapa lot yang ideal untuk digunakan.

Lalu kesimpulannya bagaimana?

Jangan sesekali anda mengaplikasikan strategi forex scalping ini sebelum anda benar benar paham tentang MM dalam trading Forex.

Jika anda merasa sudah paham, barulah anda bisa lanjut mempelajari tentang strategi.

Psikologi Dalam Menerapkan Strategi Forex Scalping

Saya tidak akan berbicara banyak masalah psikologi dalam tutorial ini, karena dalam psikologi tidak ada acuan standar tertentu.

Saya hanya mengingatkan saja, bahwa psikologi merupakan faktor yang tidak kalah penting.

Dan saya juga mengingatkan kepada anda bahwa satu satunya strategi yang paling mempermainkan psikologi adalah Scalping.

Beberapa tips untuk menjaga psikologi agar tetap terkontrol dengan baik:

  • Gunakan MM yang tepat
  • Jangan terburu buru dalam menganalisa, ingat kesempatan dalam pasar Forex akan selalu terbuka selama 24 jam/ hari dan 5 hari / Minggu. Jadi anda tidak perlu cemas akan kehilangan kesempatan OP.
  • Hilangkan rasa balas dendam. Ini kesalahan yang paling sering dilakukan oleh Trader. Yang namanya Loss dalam forex itu merupakan hal yang sangat wajar, asal tidak MC. Pada intinya, hasil akumulasi akhirnya tetap profit.
  • Jangan membuka chart ketika pikiran anda sedang kacau.

Keempat hal tersebut harus benar benar anda perhatikan, percayalah MC itu sangat menyakitkan. Dan ingatlah setiap Loss masih bisa di “recovery”.

Tentukan Target Anda

Salah satu bapak pendiri Amerika Serikat, Benjamin Franklin pernah berkata “If you fail to plan, you are planning to fail”, yang artinya kurang lebih “Jika kamu gagal dalam perencanaan, maka kamu sedang merencanakan kegagalan”.

Semua pakar ekonomi sependapat dengan kutipan pernyataan tersebut. Yang mana perencanaan memang sangat krusial tidak hanya dalam konteks bisnis, melainkan dalam hal apapun.

Pertanyaannya sekarang yaitu, mungkinkan ada perencenaan tanpa adanya sebuah target/ goal? Impossible alias tidak mungkin.

Sama halnya dalam dalam Forex, anda harus mempunyai Target / goal yang jelas. Jika anda belum punya, tentukan goal anda. SEKARANG!.

Masih bingung?

Saya coba berikan contoh membuat target sederhana supaya anda memiliki gambaran.

# Contoh Target 1. “Saya harus memiliki penghasilan $10 / hari untuk bulan pertama, $20 / hari untuk bulan berikutnya, dan seterusnya.

# Contoh Target 2. “Saya harus memiliki penghasilan $500 / bulan, apapun caranya”

# Contoh Target 3. “Saya harus menghasilkan keuntungan 100% perbulan dari total modal yang saya keluarkan”

Dst.

Nah setelah anda memiliki target trading anda, barulah mulai menyusun perencanaan.

#1. Siapkan modal anda.

Anda harus paham masalah pendanaan, seperti berapa modal yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan penghasilan $20 perhari, atau berapa lot yang harus digunakan agar bisa menghasilkan 100% perbulan, dsb.

#2. Siapkan waktu anda.

Setelah modal sudah ada, selanjutnya atur waktu anda. Misal mendapatkan $20 perhari, berapa pips yang anda butuhkan, dan berapa lama waktu yang anda perlukan untuk mencapai jumlah pips tersebut.

Oleh karena itulah, seperti yang saya tegaskan sebelumnya anda harus paham dengan yang namanya Trading Money Management.

Setelah anda paham dengan Manajemen, Psikologi, Target, dan perencanaan, barulah anda mempelajari strategi yang digunakan.

Jadi semuanya, dari awal sampai akhir rencana dan target anda terkonsep dengan jelas.

Untuk mengantarkan anda menuju target anda, anda dapat menggunakan strategi forex scalping yang saya bagikan berikut.

Time Frame dan Pemilihan Pair Untuk Scalping

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa scalping itu pada intinya mencari target pips yang kecil, bisa 5 pips hingga 15 pips, itu idealnya.

Nah, untuk mendapatkan besaran pips tersebut kita harus paham tentang pemilihan Time Frame (TF) yang tepat.

Lalu, TF berapakah yang sebaiknya digunakan dalam menerapkan strategi forex scalping ini? TF M1 dan TF M5.

Mari kita samakan persepsi terlebih dahulu.

Bisakah scalping dilakukan dalam TF besar seperti H1 dan H4? BISA. Beberapa orang mungkin melakukannya.

Tapi yang perlu digaris bawahi adalah, bahwa dalam menerapkan strategi forex scalping yang saya bagikan ini sebaiknya hanya menggunakan TF M1 dan TF M5.

Kenapa?

Karena hal tersebut nantinya ada kaitannya dengan manajemen SL dan TP.

Jadi apa yang saya bagikan ini bukan hanya sekedar strategi, melainkan satu kesatuan sebuah konsep. Dimana masing masing komponen tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Karakteristik Pair

Ada berbagai macam pair di Forex, jumlahnya cukup banyak dari berbagai mata uang dari berbagai negara.

Untuk mendapatkan keuntungan dari jual beli mata uang ini, alangkah baiknya jika kita memiliki preferensi dalam menentukan uang mana yang paling menguntungkan.

Karena dalam bahasan kali ini kita membahas masalah scalping, maka Pair yang sebaiknya digunakan adalah PAIR DENGAN NILAI SPREAD KECIL.

Ya, selama pair yang anda gunakan memiliki spread yang rendah, pair tersebut layak untuk di tradingkan.

Akan sangat lebih baik jika spread nya di bawah 1 pips.

Perlu anda ketahui bahwa besarnya spread dari sebuah pair tiap tiap broker berbeda beda, meskipun Pair nya sama.

Untuk itu anda harus jeli, jika perlu tanyakan kepada CS broker nya.

Secara umum, pair yang memiliki spread rendah yaitu EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, EUR/GBP, dan USD/CHF.

Pair tersebut merupakan pair favorit saya dalam menerapkan strategi forex scalping. Dan pair tersebut juga merupakan pair yang paling banyak digunakan oleh kebanyakan trader dalam scalping.

Untuk pair pair lain nya anda dapat melakukan riset sendiri.

Sampai sini anda sudah memahami TF dan Pair yang digunakan, selanjutnya kita akan lanjut ke pokok pembahasan, yaitu Strategi Forex Scalping.

Strategi Forex Scalping Menggunakan Exponential Moving Average (EMA)

Dalam menerapkan scalping ini kita akan menggunakan indikator EMA. EMA merupakan indikator bawaan MT4, jadi anda tidak perlu menginstallnya.

Moving Average merupakan indikator favorit saya dalam mengindentifikasi sebuah trend, dan juga indikator jenis ini termasuk yang paling banyak digunakan oleh para trader, terkait pengidentifikasian trend.

Moving Average ada 4 jenis, diantaranya yaitu:

  • Simple Moving Average (SMA)
  • Exponential Moving Average (EMA)
  • Smoothed Moving Average (SMMA)
  • Linier Weighted Moving Average (LWMA)

Dari keempat jenis diatas, kita akan menggunakan EMA.

Kenapa EMA?

Menurut pandangan saya pribadi, EMA memiliki pergerakan yang cukup dinamis jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Dan tentu saya juga mempertimbangkan akurasi.

Bagaimana cara penggunaannya?

Anda harus terlebih dahulu memasang 2 buah indikator EMA, dengan periode masing masing 10 dan 20.

Silahkan perhatikan gambar berikut ini:

Strategi Forex Scalping Gambar Chart

EMA biru merupakan EMA 20 dan EMA merah merupakan EMA 10.

OP dilakukan saat setelah kedua EMA tersebut berpotongan/Cross (EMA 10 memotong EMA 20).

“Cuman gitu doank?”

Kawan, kalau ada yang simple, kenapa harus mencari yang sulit?

Percayalah, keberhasilan dalam analisa tidak ditentukan dari seberapa rumit strategi yang anda gunakan.

Rule Open Posisi (OP) Dalam Strategi Forex Scalping

Rule OP Buy

OP Buy dilakukan ketika EMA 10 cross (Memotong) EMA 20 dari arah bawah.

Rule OP Sell

OP Sell dilakukan ketika EMA 10 cross (Memotong) EMA 20 dari arah atas.

Penting! Dalam melakukan OP sebaiknya hanya pada 1 pair saja. OP di lebih dari satu pair sangat tidak disarankan. Karena hal tersebut akan membagi fokus anda dalam proses analisa.

Cukup 1 pair. Jika sudah clear, bisa berpindah ke pair yang lain.

Kondisi Market yang Harus Dihindari

Perlu anda ingat, jika perlu anda catat.

Kelemahan strategi ini adalah ketika market sedang sideways.

Pada kondisi tersebut harga berbolak balik dan EMA cross berkali kali di area yang sama.

Hal ini tentu sangat merugikan jika anda melakukan OP. Bisa bisa anda akan terkena SL berkali kali.

Jadi, dalam menerapkan strategi forex Scalping EMA ini sebaiknya hindari keadaan sideways, bagaimanapun caranya.

Jika diterapkan ketika market trending (tidak sedang sideways), strategi ini bisa dikatakan memiliki winning probability 80%.

Artinya, kemungkinan anda Loss hanya 20%. Ingat sekali lagi, itu berlaku saat market tidak sedang sideways.

Dengan strategi ini saja, jika disertai dengan MM dan Psikologi yang baik, sudah cukup untuk mengantarkan anda dalam mencapai target yang anda rencanakan.

Tidak percaya?

Berikut beberapa hasil trading saya dengan menerapkan strategi forex scalping diatas.

Hasil Strategi Scalping Gambar

Hasil Forex Scalping Gambar

 

Saya kira cukup demikian untuk pembahasan Strategi Forex Scalping ini. Apabila anda merasa belum paham dengan penjelasan diatas, silahkan bertanya melalui kolom komentar yang tersedia di bawah. Salam Profit Selalu.

2 Comments

Your Thoughts